Faktor Turunnya Gairah

19 04 2008

Ada saat-saat suami atau istri merasa tak lagi bergairah. Apa perlu obat kuat? Ketahuilah manfaat dan efek sampingnya. Banyak kejadian, suami istri berpisah karena tak lagi menemukan kebahagiaan batin. Memang, gairah sangat memegang penting dalam akatifitas seksual yang normal. Tanpa gairah, hubungan seks akan hambar. Tapi kenapa pada masa-masa tertentu gairah dapat menurun? Ada berbagai hal yang menjadi penyebab.

Faktor Fisik
Faktor fisik inipun dipengaruhi oleh berbagai faktor pula yang antara lain bersifat alami seperti usia. Umumnya gairah seks tiap orang akan menurun pada usia 45-50 tahun. Karena pada usia itu, hormone yang mendukung gairah seks memang menurun. Penyebabnya bisa banyak, termasuk problem nonseksual sperti kegemukan dan sebagainya. Tak heran, lelaki yang memasuki usia lansia kelihatan loyo.

Di sisi lain, gairah seks perempuan tak dipengaruhi hormone perempuan (estrogen dan progesterone), namun justru dipengaruhi hormone lelaki. Hormone yang bertanggungjawab pada gairah seks perempuan ini justru tak menurun pada usia lanjut. Perempuan hanya memiliki sedikit testosterone. Jika pun turun, sedikit sekali pada perempuan menurunnya gairah seks tak begitu kentara.

Yang terjadi perempuan kehilangan sifat keperempuanannya. Seperti kecantikan memudar, menopause, seiring meningkatnya usia, sementara gairah seksnya tetap. Karena itu jika bicara pada perempuan lansia, yang proaktif justru perempuan. Peyebab fisik lain ialah penyakit gula, jantung koroner dan lever. Bisa juga karena obat-obatan. Entah karena terlalu banyak mengkonsumsi obat penenang dan narkotika. Semua hal diatas bisa jadi peneyebab menurunnya gairah, bahkan bisa meneyebabkan impotensi.

Faktor Nonfisik/Kejiwaan
Mungkin saja komunikasi diantara suami istri tak berjalam lancer, sehingga hubungan mereka menjadi kurang mesra dan tak lagi tertarik satu sama lain.

Faktor Pribadi
Seperti munculnya perasaan rendah diri terhadap pasangan atau anggapan salah seorang pasangan bahwa seks hanya sekedar kewajiban. Bisa saja, suami maunya to the point, tak ada pemanasan terlebih dahulu sehingga istri tak mendapatkan kepuasan. Akibatnya, seks bagi istri dianggap suatu kewajiban.

Apa pun faktor penyebabnya, pengobatan untuk meningkatkan atau memulihkan gairah tak bisa langsung berhasil. Jangan berharap, sekali dating ke ahli lalu semua persoalan jadi beres. Juga belum tentu sekarang diberi obat penambah hormon, lantas besoknya gairah membaik. Kadang butuh waktu lama untuk menda-patkan hasil. Apalagi jika peneyebabnya faktor kejiwaan. (yz) [Sumber]


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: